Setiap perguruan tinggi pasti memiliki arah kebijakan. Di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, kebijakan bukan sekadar rencana tertulis, tetapi prinsip nyata dalam aktivitas sehari-hari. Di bawah kepemimpinan Prof. Hannani, kampus ini menjalankan kebijakan melalui tujuh pilar utama, dikenal sebagai konsep 7T. Pilar ini bukan sebatas jargon, tetapi pedoman yang hidup dalam kehidupan akademik dan kelembagaan.
1. Cendekia (Tafaqquh - تفقه): Ilmu yang Hidup dan Bermanfaat
Ilmu bukan hanya hafalan atau dokumen tertulis. Di kampus ini, ilmu harus benar-benar dipahami dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Agama dan sains tidak berjalan terpisah, tetapi saling memperkuat dalam kurikulum pendidikan. Penelitian pun bukan sekadar urusan administratif atau formalitas, melainkan harus menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Mahasiswa didorong tidak hanya sekadar menyelesaikan studi, tetapi benar-benar memahami substansi ilmunya. Karena hakikat ilmu adalah memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.
Baca lebih lanjut: https://moderasi.iainpare.ac.id/blog/catatan-rektor-11/tafaqquh-cendekia-206
2. Proporsional (Tawazun - توازن): Keseimbangan dalam Setiap Kebijakan
Keseimbangan adalah prinsip fundamental. Di IAIN Parepare, keputusan promosi sumber daya manusia tidak didasarkan pada kedekatan personal, tetapi berdasarkan kompetensi dan kontribusi nyata. Anggaran kampus digunakan secara tepat guna dan tepat sasaran, bukan untuk sekadar proyek pencitraan. Yang prioritas didukung, yang kurang esensial tidak dipaksakan. Sebab kampus bukan tentang gedung megah semata, melainkan sebesar apa manfaatnya bagi sivitas akademika dan masyarakat luas.
Baca lebih lanjut: https://moderasi.iainpare.ac.id/blog/catatan-rektor-11/tawazun-proporsional-162
3. Bersikap Moderat (Tawassuth - توسط): Jalan Tengah yang Tegas
Bersikap moderat bukan berarti kompromi atau mengambil sikap netral karena takut dikritik. Moderasi adalah keberanian untuk berdiri kokoh di tengah-tengah, menjauhi sikap ekstrem di kedua sisi. Moderasi beragama di kampus ini tidak hanya diajarkan dalam ruang kelas, tetapi dipraktikkan sebagai cara berpikir sehari-hari. Mahasiswa diajak berdiskusi, menerima perbedaan pandangan, dan tetap berpegang pada prinsip tanpa permusuhan. Sebab agama hadir sebagai rahmat, bukan alat konflik antar manusia.
Baca lebih lanjut: https://moderasi.iainpare.ac.id/blog/catatan-rektor-11/tawassuth-moderat-163
4. Penghargaan (Tasamuh - تسامح): Mengapresiasi Karya dan Dedikasi
Setiap usaha yang sungguh-sungguh layak mendapat apresiasi. Di sini, penghargaan bukan hanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi akademik, tetapi juga kepada dosen berdedikasi tinggi serta tenaga kependidikan yang mengabdi dengan penuh semangat. Manusia bukanlah mesin, mereka membutuhkan pengakuan, bukan sekadar penugasan. Apresiasi yang tulus akan menjadi energi besar bagi pencapaian yang lebih baik lagi.
Baca lebih lanjut: https://moderasi.iainpare.ac.id/blog/catatan-rektor-11/tasamuh-penghargaan-164
5. Kerja Sama Sinergis (Ta’awun - تعاون): Sinergi Menjadi Kunci Kemajuan
Perguruan tinggi tidak mungkin maju sendiri tanpa kolaborasi. Di IAIN Parepare, kerja sama bukan sebatas dokumen MoU atau seremonial formalitas, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata. Dosen dan mahasiswa didorong aktif membangun jejaring, baik di dalam maupun luar negeri. Sebab perguruan tinggi yang maju adalah yang tumbuh bersama, bukan sekadar berdiri sendiri dalam kebesaran semu.
Baca lebih lanjut: https://moderasi.iainpare.ac.id/blog/catatan-rektor-11/ta-awun-kolaborasi-167
6. Pengembangan Progresif (Tathawwur - تطور): Bergerak Dinamis Menghadapi Zaman
Diam berarti tertinggal. Kampus ini percaya bahwa perubahan adalah keniscayaan. Standar akademik terus dievaluasi dan ditingkatkan, mutu pendidikan terus diperbaiki, serta terbuka terhadap gagasan inovatif dan kreatif. Dunia berubah cepat, begitu pula dengan cara belajar dan mengajar. Perguruan tinggi besar bukan hanya dilihat dari lamanya berdiri, tetapi dari kesiapan menyongsong tantangan masa depan.
Baca lebih lanjut: https://moderasi.iainpare.ac.id/blog/catatan-rektor-11/tathawwur-pengembangan-progresif-203
7. Orientasi Global (Tamaddun - تمدن): Menjangkau Dunia dari Parepare
Dunia kini semakin tanpa batas. Di IAIN Parepare, ilmu pengetahuan tidak boleh dibatasi oleh tembok kampus atau batas-batas negara. Kampus ini aktif memperluas jaringan akademik, meningkatkan kerja sama internasional, serta mendorong mahasiswa berpikir dalam perspektif global. Karena perguruan tinggi yang maju bukan hanya terkenal di negeri sendiri, tetapi juga memiliki peran strategis dalam peradaban global.
Baca lebih lanjut: https://moderasi.iainpare.ac.id/blog/catatan-rektor-11/tamaddun-orientasi-global-204
Melalui ketujuh pilar ini, IAIN Parepare bukan hanya ingin menorehkan sejarah, tetapi juga membangun peradaban masa depan. Perguruan tinggi besar bukan hanya tempat belajar, melainkan juga tempat melahirkan generasi yang memberi makna besar bagi dunia.
7T Pilar Kebijakan IAIN Parepare