Skip ke Konten

Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
  • Login
  • Home
  • Artikel
    • Catatan Rektor
    • Sudut Pandang
    • Khutbah
    • Berita
    • Riset
  • Mutimedia
    • Buku & Peraturan
    • Podcast & Video
  • Forkim
    • Profil Forkim
    • Opini Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
      • Home
      • Artikel
        • Catatan Rektor
        • Sudut Pandang
        • Khutbah
        • Berita
        • Riset
      • Mutimedia
        • Buku & Peraturan
        • Podcast & Video
      • Forkim
        • Profil Forkim
        • Opini Mahasiswa
        • Kegiatan Mahasiswa
      • Tentang Kami

    • Login
    • Hubungi Kami
  • Semua Blog
  • Catatan Rektor
  • Tasamuh (Penghargaan)
  • Tasamuh (Penghargaan)

    Bagi Prof. Hannani, penghargaan bukan sekadar piagam atau sertifikat yang akhirnya hanya tersimpan di lemari. Penghargaan harus bernilai, harus dirasakan, harus memberi dorongan untuk terus maju.
    9 Maret 2025 oleh
    Tasamuh (Penghargaan)
    Tim Editor LP2M IAIN Parepare
    | Belum ada komentar

    Di banyak tempat, kerja keras sering kali dianggap sebagai kewajiban, bukan sesuatu yang perlu diapresiasi. Prestasi dianggap sebagai hal biasa, bukan sesuatu yang harus dirayakan.

    Tapi bagi Prof. Hannani, usaha harus dihargai, pencapaian harus diakui, dan kerja keras tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja.

    Maka, di kampus ini, penghargaan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi budaya.

    Banyak kampus hanya memberi penghargaan pada mereka yang menang lomba besar, yang naik podium, yang fotonya muncul di media.

    Tapi di IAIN Parepare, penghargaan diberikan kepada siapa saja yang berkontribusi.

    Dosen yang berhasil menerbitkan jurnal bereputasi? Dihargai.

    Mahasiswa yang menjuarai kompetisi? Diapresiasi.

    Pegawai yang bekerja dengan dedikasi tinggi? Dihormati.

    Karena setiap keberhasilan, sekecil apa pun, layak dijunjungtinggi.

    Di banyak tempat, dosen dan mahasiswa sering merasa bekerja sendirian. Tidak ada yang melihat, tidak ada yang mengapresiasi. Tapi di sini, kerja keras tidak boleh dianggap angin lalu.

    Bagi Prof. Hannani, penghargaan bukan sekadar piagam atau sertifikat yang akhirnya hanya tersimpan di lemari. Penghargaan harus bernilai, harus dirasakan, harus memberi dorongan untuk terus maju.

    Maka, ada reward bagi dosen yang meneliti, mahasiswa yang berprestasi, bahkan pegawai yang bekerja dengan dedikasi tinggi.

    Tidak harus mewah. Tapi cukup untuk membuat mereka tahu bahwa usaha mereka dihargai.

    Karena motivasi tidak hanya lahir dari aturan, tetapi juga dari apresiasi.

    Di banyak tempat, apresiasi sering kali datang terlambat, atau bahkan tidak datang sama sekali.

    Tapi di kampus ini, tidak ada keberhasilan yang dibiarkan tanpa penghargaan.

    Karena kampus ini ingin membangun budaya di mana setiap orang merasa dihargai atas kerja kerasnya.

    Dan jika ada yang masih bertanya, "Kenapa harus ada penghargaan?"

    Jawabannya sederhana: karena manusia bukan robot. Mereka tidak hanya butuh tugas, tapi juga butuh rekognisi (pengakuan).

    di dalam Catatan Rektor
    # Catatan Rektor Hannani
    Tasamuh (Penghargaan)
    Tim Editor LP2M IAIN Parepare 9 Maret 2025
    Share post ini
    Label
    Catatan Rektor Hannani
    Arsip
    Masuk untuk meninggalkan komentar

    Baca Berikutnya
    Tawassuth (Moderat)
    Moderasi beragama bukan berarti netral tanpa sikap. Bukan pula sekadar “jalan aman” agar tidak berkonflik. Moderasi adalah keberanian untuk berdiri di tengah, saat yang lain memilih ekstrem.

    Explore
    • Beranda
    • Opini
    • Video
    • Podcast
    Ikuti kami
    • Facebook
    • Twitter
    • Linkedin
    • Instagram
    Get in touch

    • [email protected]
    • +62 (421)307
    •              
    Alamat Kantor

    Jln. Amal Bakti No.87 Soreang
    Kelurahan Bukit Indah

    Kecamatan Soreang
    Kota Parepare