Skip ke Konten

Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
  • Login
  • Home
  • Artikel
    • Catatan Rektor
    • Sudut Pandang
    • Khutbah
    • Berita
    • Riset
  • Mutimedia
    • Buku & Peraturan
    • Podcast & Video
  • Forkim
    • Profil Forkim
    • Opini Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
      • Home
      • Artikel
        • Catatan Rektor
        • Sudut Pandang
        • Khutbah
        • Berita
        • Riset
      • Mutimedia
        • Buku & Peraturan
        • Podcast & Video
      • Forkim
        • Profil Forkim
        • Opini Mahasiswa
        • Kegiatan Mahasiswa
      • Tentang Kami

    • Login
    • Hubungi Kami
  • Semua Blog
  • Sudut Pandang
  • Rekor Khataman Al-Qur'an
  • Rekor Khataman Al-Qur'an

    17 Maret 2025 oleh
    Rekor Khataman Al-Qur'an
    Tim Editor LP2M IAIN Parepare
    | Belum ada komentar

    Khataman al Qur'an 350.000 sehari


    Sebagian orang menyebutnya prestasi. Sebagian lagi menyebutnya keajaiban.

    Dalam sehari, ada yang membaca 1 juz, ada yang 5, bahkan ada yang menuntaskan 15 juz. Semua dengan satu target besar: menyelesaikan khataman di hari ke-16 Ramadhan.


    Gerakan ini dipelopori oleh Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal. Sebuah momentum yang tidak hanya tentang membaca, tetapi juga tentang menguatkan kesalingan, keterpaduan, dan kolaborasi.


    Sehari saja, berbagi juz, berbagi bacaan.

    Di satu sisi, ini semangat kolektif yang patut diapresiasi. Di sisi lain, ada yang mulai menghitung dalam hati. Kalau 350.000 kali khatam dalam sehari, berarti berapa juta yang terlibat?


    Ah, lebih baik tidak menghitung. Lebih baik ikut saja dalam semangatnya. Sembari membaca Surat al Ikhlas 9 kali.


    Hari ini, lebih banyak mushaf yang terbuka dibandingkan notifikasi WhatsApp yang dibaca. Lebih banyak suara Al-Qur’an yang terdengar dibandingkan keluhan tentang dunia.


    Seorang kawan membaca berita itu, lalu mengusap wajahnya dengan penuh takjub. "Barusanku tong ini seharian mengaji…" katanya. Kalimat sederhana, tapi sarat makna.


    Mungkin ada yang tergerak untuk lebih rajin mengaji. Mungkin ada yang merasa harus meningkatkan ibadah. Mungkin juga ada yang, untuk pertama kalinya dalam setahun, menghabiskan waktu lebih lama dengan mushaf daripada dengan ponsel.


    Bagaimanapun, kita semua berterima kasih kepada Pak Menteri. Setidaknya, dalam sehari ini, banyak yang lebih rajin mengaji.


    Dan bagi yang tiba-tiba rajin dan banyak mengaji hari ini, kita ucapkan selamat. Khataman ini bukan sekadar angka—ini adalah cermin kebersamaan, tempat di mana setiap huruf menjadi bagian dari doa bersama.


    Parepare, 16 Maret 2025

    Muhammad Haramain

    di dalam Sudut Pandang
    Rekor Khataman Al-Qur'an
    Tim Editor LP2M IAIN Parepare 17 Maret 2025
    Share post ini
    Label
    Arsip
    Masuk untuk meninggalkan komentar

    Baca Berikutnya
    SINTA 5 atau SINTA-Sintaan? Fenomena Jurnal Predator yang Menyesatkan
    Suhartina

    Explore
    • Beranda
    • Opini
    • Video
    • Podcast
    Ikuti kami
    • Facebook
    • Twitter
    • Linkedin
    • Instagram
    Get in touch

    • [email protected]
    • +62 (421)307
    •              
    Alamat Kantor

    Jln. Amal Bakti No.87 Soreang
    Kelurahan Bukit Indah

    Kecamatan Soreang
    Kota Parepare