Skip ke Konten

Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
  • Login
  • Home
  • Artikel
    • Catatan Rektor
    • Sudut Pandang
    • Khutbah
    • Berita
    • Riset
  • Mutimedia
    • Buku & Peraturan
    • Podcast & Video
  • Forkim
    • Profil Forkim
    • Opini Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
      • Home
      • Artikel
        • Catatan Rektor
        • Sudut Pandang
        • Khutbah
        • Berita
        • Riset
      • Mutimedia
        • Buku & Peraturan
        • Podcast & Video
      • Forkim
        • Profil Forkim
        • Opini Mahasiswa
        • Kegiatan Mahasiswa
      • Tentang Kami

    • Login
    • Hubungi Kami
  • Semua Blog
  • Opini Dosen
  • Guru: Pelita Abadi di Sanubari
  • Guru: Pelita Abadi di Sanubari

    Dr. Muhammad Haramain, M. Sos.I. (Ketua LPPM IAIN Parepare)
    24 November 2025 oleh
    Guru: Pelita Abadi di Sanubari
    Tim Editor LP2M IAIN Parepare
    | Belum ada komentar

    Selamat Hari Guru Nasional!


    Setiap tahun, hari ini membangkitkan gelombang rasa haru dan syukur yang mendalam. Kita merayakan profesi yang paling mulia, yang melahirkan semua profesi lainnya. Guru adalah seniman yang memahat potensi, dan petani yang sabar menanti tunas-tunas kebijaksanaan.


    Penghormatan tertinggi saya sampaikan kepada seluruh Pendidik di penjuru negeri, yang dengan gigih merawat harapan bangsa. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang mengajarkan kami bukan hanya kurikulum, melainkan seni untuk bermimpi melampaui batas kelas dan ketekunan untuk mewujudkan setiap cita-cita menjadi kenyataan yang kokoh.


    Namun, setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah; satu bimbingan yang tak terlupakan. Dalam sejarah pribadi saya, ada satu sosok yang memancarkan cahaya pertama dan paling hangat: Cinta Pertama saya dalam dunia literasi dan karakter.


    Dengan segala kerendahan hati dan rindu yang mendalam, dedikasi ini saya tujukan terkhusus untuk Ibu Guru kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah saya, yang sangat mulia, Hj. Qurratul Ain dan Abdul Hafidz.


    Beliau adalah arsitek fondasi karakter. Di ruang kelas pertama itulah, bukan hanya keterampilan dasar yang tertanam, tetapi juga etika dan spiritualitas. Beliau dengan sabar menuntun jari-jari kecil ini untuk merangkai aksara Latin yang membuka jendela ilmu pengetahuan dunia, sekaligus mengajarkan aksara Arab dan mengaji, memastikan bahwa setiap langkah di dunia selalu berlandaskan iman dan budi pekerti.


    Jasa para guru adalah pelita yang tak pernah padam, membimbing kita untuk berdiri tegak dengan ilmu dan hati yang bersih. Kehangatan dan ketegasan beliau di masa-masa awal adalah harta yang membentuk siapa kita hari ini.


    Semoga Allah SWT. melimpahkan rahmat dan tempat terbaik bagi para guru yang telah berpulang, dan keberkahan dan kesehatan tak terhingga bagi mereka yang masih mengabdi.


    Lahumul Fatihah.


    Parepare, 25 November 2025


    di dalam Opini Dosen
    # Muhammad Haramain Opini Dosen
    Guru: Pelita Abadi di Sanubari
    Tim Editor LP2M IAIN Parepare 24 November 2025
    Share post ini
    Label
    Muhammad Haramain Opini Dosen
    Arsip
    Masuk untuk meninggalkan komentar

    Baca Berikutnya
    Guru (Dosen) BUKAN Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
    Selvy Anggriani Syarif (Dosen Pegiat Pendidikan dan Gender)

    Explore
    • Beranda
    • Opini
    • Video
    • Podcast
    Ikuti kami
    • Facebook
    • Twitter
    • Linkedin
    • Instagram
    Get in touch

    • [email protected]
    • +62 (421)307
    •              
    Alamat Kantor

    Jln. Amal Bakti No.87 Soreang
    Kelurahan Bukit Indah

    Kecamatan Soreang
    Kota Parepare