Humas IAIN Parepare - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Angkatan 37 IAIN Parepare Posko 1 menggelar edukasi pencegahan perundungan atau bullying bagi siswa kelas 5 SDN 196 Polewali, Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar siswa mudah memahami bahaya bullying.
Kegiatan diawali salam, perkenalan, dan pembangunan suasana santai antara mahasiswa dan siswa. Mahasiswa kemudian mengajak siswa mengikuti ice breaking “Ikuti Kalau Kakak Bilang” sebelum menyampaikan materi tentang pengertian, jenis, dan contoh bullying, termasuk perbedaan antara tindakan bullying dan bercanda.
Pemahaman siswa diperdalam melalui sejumlah aktivitas partisipatif, seperti praktik ekspresi wajah untuk mengenali perasaan senang, sedih, marah, dan malu. Siswa juga mengikuti permainan “Bullying atau Bukan” untuk membedakan perilaku baik dari tindakan perundungan. Pada sesi “Pohon Bullying”, siswa menuliskan contoh perilaku bullying pada kertas berbentuk daun dan menempelkannya pada media pohon.

Mahasiswa juga mengajak siswa bermain membuat teman tertawa tanpa unsur bullying. Aktivitas tersebut mengajarkan siswa untuk bercanda dan menghibur teman dengan cara yang sehat tanpa menyinggung perasaan. Selain itu, mahasiswa menampilkan drama singkat tentang sikap yang tepat ketika melihat teman menjadi korban bullying, yakni menolong dan melaporkan kejadian kepada guru.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan permainan “Balon Pertanyaan” yang menguji pemahaman siswa mengenai materi, serta sesi refleksi “Kalau Aku Jadi Dia...” untuk menumbuhkan empati terhadap perasaan korban bullying.
Siswa kelas 5 SDN 196 Polewali terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sebagai penutup, siswa mengucapkan komitmen bersama untuk tidak melakukan bullying dan berani membela teman yang menjadi korban. Komitmen tersebut ditegaskan melalui yel-yel, “Stop Bullying — Kita Teman, Bukan Lawan!”
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Mandiri Posko 1 IAIN Parepare berharap kesadaran anti-bullying dapat tertanam sejak dini sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. (Sr/Ml/Fzs/Sra)