Humas IAIN Parepare - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Posko 11 membantu pengembangan usaha Sarabba Bubuk melalui program revitalisasi UMKM di Desa Rosoan, Minggu, 23 Agustus 2026. Program bertajuk “Revitalisasi UMKM Sarabba Bubuk: Re-Branding, Digital Marketing, dan Perluasan Pasar” tersebut diarahkan untuk memperkuat potensi usaha lokal agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Posko 11 terlibat langsung dalam proses pembuatan Sarabba Bubuk bersama Hamida selaku pengelola usaha. Selain membantu proses produksi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman mengenai pengelolaan usaha sekaligus mengenal perjalanan Sarabba Bubuk sebagai salah satu potensi UMKM masyarakat Desa Rosoan.
Hamida menceritakan bahwa ide awal pembuatan Sarabba Bubuk berasal dari almarhumah Rasmina yang melihat potensi sarabba untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih praktis dan bernilai ekonomi. Gagasan tersebut kemudian terus dikembangkan hingga menjadi salah satu produk usaha yang dikelola masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Hamida juga berbagi pengalaman dan motivasi kepada mahasiswa mengenai keberanian memulai usaha. Ia menekankan pentingnya kemauan untuk mencoba, terus belajar, bersungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan usaha.
Keterlibatan mahasiswa tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan strategi pengembangan UMKM melalui inovasi produk. Program revitalisasi diarahkan pada penguatan identitas produk melalui re-branding, pemanfaatan digital marketing, serta perluasan pemasaran.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Posko 11 berharap Sarabba Bubuk semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih baik. Pengembangan produk lokal tersebut diharapkan turut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Rosoan. (Posko 11Fzs/Sra)