Skip ke Konten

Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
  • Login
  • Home
  • Artikel
    • Catatan Rektor
    • Sudut Pandang
    • Khutbah
    • Berita
    • Riset
  • Mutimedia
    • Buku & Peraturan
    • Podcast & Video
  • Forkim
    • Profil Forkim
    • Opini Mahasiswa
    • Kegiatan Mahasiswa
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Hasyiyah: Mendalami makna, merawat keberagaman
      • Home
      • Artikel
        • Catatan Rektor
        • Sudut Pandang
        • Khutbah
        • Berita
        • Riset
      • Mutimedia
        • Buku & Peraturan
        • Podcast & Video
      • Forkim
        • Profil Forkim
        • Opini Mahasiswa
        • Kegiatan Mahasiswa
      • Tentang Kami

    • Login
    • Hubungi Kami
  • Semua Blog
  • Berita
  • Mappato'do Boyang, Tradisi Mandar yang Menyatukan Doa dan Gotong Royong
  • Mappato'do Boyang, Tradisi Mandar yang Menyatukan Doa dan Gotong Royong

    3 Agustus 2026 oleh
    Fikruzzamansaleh
    | Belum ada komentar

    Humas IAIN Parepare - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXVII IAIN Parepare Posko 12 mengikuti tradisi Mappato'do Boyang atau Mappatettong Bola bersama masyarakat Dusun Puare, Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Tradisi mendirikan rumah secara gotong royong ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Mandar.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Barzanji yang dipimpin Imam Masjid Puare, Sulaemana, sebagai doa memohon keselamatan dan keberkahan bagi keluarga yang akan menempati rumah baru. Setelah itu, masyarakat bersama mahasiswa KKN bergotong royong mendirikan rumah secara manual dengan mengedepankan kekompakan dan kerja sama.

    Ketua RT Dusun Puare, Saepul, yang juga menjadi tuan rumah kegiatan, mengajak masyarakat dan mahasiswa KKN untuk berpartisipasi dalam tradisi tersebut.

    "Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa untuk keselamatan keluarga. Dengan adanya kebersamaan seperti ini, kita bisa saling membantu dalam proses mendirikan rumah dan menjaga hubungan baik antarwarga," ujarnya.

    Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Buttu Pamboang, Drs. Usman, bersama masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan proses pendirian rumah. Tradisi ini juga dilengkapi dengan hidangan khas Mandar, seperti uleule, sokkol, pisang, telur, ayam, daging sapi, pupu', dan kue cucur yang menjadi bagian dari rangkaian ma' baca-baca dan pembacaan Barzanji.

    Bagi mahasiswa KKN, keikutsertaan dalam Mappato'do Boyang menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari kearifan lokal sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan semangat gotong royong, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus menguatkan nilai syukur, kepedulian, dan persaudaraan antargenerasi. (Ts/Na/Fzs/Sra)

    di dalam Berita
    # KKN 37 LP2M
    Fikruzzamansaleh 3 Agustus 2026
    Share post ini
    Label
    KKN 37 LP2M
    Arsip
    Masuk untuk meninggalkan komentar

    Baca Berikutnya
    Kompak Bersihkan Desa! KKN Posko 71 Ajak Warga Sambut HUT RI

    Explore
    • Beranda
    • Opini
    • Video
    • Podcast
    Ikuti kami
    • Facebook
    • Twitter
    • Linkedin
    • Instagram
    Get in touch

    • [email protected]
    • +62 (421)307
    •              
    Alamat Kantor

    Jln. Amal Bakti No.87 Soreang
    Kelurahan Bukit Indah

    Kecamatan Soreang
    Kota Parepare