Humas IAIN Parepare - Mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 1 bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, Pemerintah Desa, dan tokoh masyarakat menggelar forum koordinasi pengembangan wisata Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah pengembangan potensi wisata desa berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Desa Bojong Menteng selama ini dikenal sebagai jalur yang dilalui wisatawan menuju kawasan wisata adat Baduy. Di balik posisinya sebagai desa lintasan, Bojong Menteng memiliki potensi alam, panorama pedesaan, dan kekayaan budaya yang dinilai layak dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
KKN Nusantara VI Kelompok 1 terdiri atas 16 mahasiswa yang berasal dari 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di berbagai wilayah Indonesia. Keberagaman latar belakang budaya, pengalaman, dan disiplin ilmu menjadi modal penting dalam menyusun berbagai gagasan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Bojong Menteng.

Dalam forum tersebut, peserta mengidentifikasi sejumlah potensi yang dapat dikembangkan secara bertahap. Salah satu usulan prioritas ialah pembangunan spot foto pada kawasan yang memiliki panorama alam menarik guna mendorong wisatawan yang menuju Baduy untuk singgah dan menikmati potensi desa.
Forum juga menghasilkan kesepakatan pembentukan kepengurusan Pengelola Wisata Desa Bojong Menteng sebagai langkah awal mewujudkan tata kelola wisata yang lebih terarah. Herdi dari Karang Taruna dipercaya sebagai Ketua, didampingi Agus dari Pokdarwis sebagai Wakil Ketua. Sulaiman dan Bahuddin masing-masing menjabat Sekretaris I dan II, sedangkan Jufron serta Boby dipercaya sebagai Bendahara I dan II.
Setelah rapat koordinasi, seluruh peserta melakukan observasi lapangan ke lokasi yang direncanakan menjadi kawasan wisata untuk memetakan kondisi medan, akses, dan potensi yang dimiliki sebagai dasar penyusunan program pengembangan.
Salah satu delegasi IAIN Parepare yang tergabung dalam KKN Nusantara VI Kelompok 1, Nur Halima, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal. Ia berharap sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu mengembangkan Desa Bojong Menteng menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Nusantara, Pemerintah Desa, Pokdarwis, Karang Taruna, dan masyarakat, Desa Bojong Menteng diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang mampu mengangkat potensi alam, budaya, dan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Nh/Fzs/Sra)